Watubun Minta Tinju Pattimura Fokus Lahirkan Atlet Berprestasi
Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, saat mengikuti acara bincang olahraga.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun meminta pelaksanaan ajang tinju profesional, dalam peringatan Hari Pattimura ke-209, diarahkan pada upaya melahirkan atlet-atlet berprestasi dari daerah.
Menurutnya, kompetisi tersebut harus menjadi sarana pembinaan, dan pengembangan bakat generasi muda di cabang olahraga tinju.
"Kegiatan olahraga yang lahir dari inisiatif dan kesadaran masyarakat seperti ini, perlu mendapat perhatian serius, serta dukungan penuh dari semua pihak," kata Watubun, saat dihubungi dari Ambon, usai acara bincang olahraga, Jumat (22/5/2026).
Pasalnya, kata Watubun, ajang semacam ini memiliki dampak besar dan dampak jangka panjang terhadap pengembangan bakat, serta pembentukan karakter generasi muda, khususnya di cabang olahraga tinju.
Ia menegaskan, kejuaraan tersebut tidak boleh berhenti, atau hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan yang sekadar berlangsung sebentar, tanpa memiliki arah pembinaan yang jelas, dan berkelanjutan bagi para atlet yang bertanding.
“Ini bukan sekadar kosmetika. Habis acara, kosmetiknya dihapus, lalu selesai begitu saja. Tidak boleh seperti itu. Harus ada keberlanjutan, harus ada rencana tindak lanjut yang terukur. Pemerintah, baik di level daerah maupun nasional, harus membuka mata lebar-lebar untuk melihat potensi besar dunia tinju ini,” tegas Watubun.
Menurut pengamatannya, dunia tinju Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini memang mengalami pasang surut yang cukup tajam, baik dilihat dari sisi sistem pembinaan, penyediaan fasilitas, maupun capaian prestasi para atlet.
Oleh sebab itu, diperlukan dukungan nyata, konsistensi, dan sinergi kuat dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pihak agar olahraga kebanggaan ini bisa kembali berkembang, dan berjaya seperti masa lalu.
Watubun menilai, keterlibatan aktif masyarakat yang menggagas, dan menyelenggarakan kejuaraan tinju profesional tersebut menjadi kekuatan penting.
Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa masih tingginya kepedulian dan harapan besar masyarakat terhadap masa depan olahraga nasional, khususnya di Maluku.
“Ini adalah ide orang yang paling mahal nilainya. Sesuatu yang sangat baik untuk membangun semangat, untuk ‘meninju’ kesadaran kita semua supaya bangun dan peduli. Karena itu, sebagai Ketua DPRD dan wakil rakyat yang diberi mandat, saya mendukung penuh apa yang dilakukan teman-teman inisiator ini,” katanya.
Ia kembali menegaskan, dukungan terhadap kegiatan olahraga tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk apresiasi moral atau ucapan semangat saja, tetapi juga perlu diwujudkan secara nyata melalui dukungan material, pemenuhan fasilitas latihan, serta penyusunan program pembinaan atlet yang berjenjang dan berkelanjutan.
Watubun melihat, Maluku memiliki banyak sekali talenta muda yang berpotensi besar di bidang olahraga, termasuk cabang tinju. Namun, tanpa adanya ruang kompetisi yang layak dan sistem pembinaan yang memadai, potensi emas tersebut sulit berkembang secara maksimal, bahkan bisa hilang sia-sia.
Karena itu, Watubun berharap, kejuaraan perebutan sabuk bergengsi Gubernur Maluku–Maluku Utara, dan DPRD Provinsi Maluku Utara, yang digelar ini dapat menjadi titik awal lahirnya agenda olahraga yang lebih besar, lebih terencana, dan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.
Selain berbicara soal prestasi olahraga, Watubun juga menekankan pesan mendasar, mengenai pentingnya mewariskan nilai-nilai perjuangan Kapitan Pattimura kepada generasi muda.
Hal ini harus dilakukan melalui kegiatan positif yang mampu membangun kedisiplinan, sportivitas tinggi, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Jangan berpikir Pattimura itu sebatas milik Maluku atau sebatas Ambon saja. Pattimura harus mewabah semangatnya secara nasional. Beliau dihargai dan diakui sebagai pejuang besar yang berjasa memerdekakan negara ini. Tugas kita sekarang adalah, mengisi kemerdekaan itu dengan nilai-nilai patriotisme, kebersamaan, jiwa kepemimpinan, dan persatuan yang kokoh,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen media massa untuk ikut mengambil peran strategis, dalam mengangkat sisi positif dan kemajuan olahraga tinju. Hal ini agar semakin banyak masyarakat yang peduli, bangga, dan terlibat aktif dalam mendukung perkembangan atlet daerah.
“Tugas kita adalah bekerja sama dengan media, untuk mengkampanyekan hal-hal positif terkait tinju ini, supaya semua orang merasa memiliki, ikut bertanggung jawab, bahkan mau terlibat dan berpartisipasi di dalamnya demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Sebagai informasi, gelaran tinju profesional tersebut digagas sepenuhnya oleh kelompok masyarakat, sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Pattimura ke-209.
Selain menjadi ajang adu strategi dan kemampuan olahraga, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas kebangsaan antar wilayah, serta membangkitkan kembali kejayaan dan prestasi olahraga tinju Indonesia, di kancah nasional maupun internasional.
Berikan Komentar
