Sahertian Nilai CCTV AI di JMP Jadi Langkah Strategis Cegah Bunuh Diri
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian menilai, rencana pemasangan perangkat CCTV berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon, merupakan langkah strategis yang sangat tepat dan perlu segera direalisasikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat sistem pengawasan terpadu sekaligus menekan dan mencegah aksi bunuh diri yang belakangan ini kerap terjadi dan meresahkan di lokasi tersebut.
Menurut Sahertian, langkah inovatif tersebut merupakan upaya strategis, dan bersifat preventif yang sangat dibutuhkan, guna menekan angka dan mencegah potensi aksi bunuh diri yang belakangan ini kerap terjadi di kawasan ikonik Kota Ambon tersebut.
“Saya menilai langkah yang diambil Pemkot Ambon ini sangat baik, tepat sasaran, dan patut didukung oleh semua pihak. Kehadiran CCTV berbasis teknologi AI dapat menjadi instrumen pengawasan modern, yang mampu mendeteksi aktivitas atau perilaku mencurigakan secara cepat dan akurat. Dengan demikian, tindakan pencegahan maupun penyelamatan bisa segera dilakukan, sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkap Sahertian, saat dihubungi dari Ambon, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, kawasan JMP selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan, yang kerap dimanfaatkan untuk aksi bunuh diri.
Oleh sebab itu, diperlukan sistem pengawasan yang jauh lebih efektif, responsif, dan tidak memiliki celah pengawasan, mengingat panjangnya jembatan dan tingginya mobilitas warga yang melintas.
Menurutnya, penggunaan teknologi AI yang terintegrasi dalam sistem pengawasan dapat sangat membantu aparat keamanan maupun petugas terkait, untuk melakukan pemantauan secara langsung atau real time, sekaligus memangkas birokrasi dan mempercepat alur koordinasi penanganan di lapangan.
“Nantinya, jika terdeteksi ada gerakan, perilaku, atau aktivitas yang dianggap berbahaya dan mengindikasikan risiko tinggi, sistem akan langsung memberikan peringatan dini secara otomatis kepada petugas yang bertugas. Ini tentu sangat membantu, dan menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan nyawa manusia,” ujarnya.
Lebih jauh, Sahertian berharap, pemasangan CCTV AI tersebut tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan dan keamanan semata, tetapi turut diintegrasikan ke dalam sistem keamanan terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga layanan kesehatan dan pendampingan psikologis.
Ia menilai, penanganan persoalan bunuh diri tidak akan cukup, jika hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan fisik.
Masalah yang berakar dari tekanan mental dan sosial ini harus dibarengi pula dengan pendekatan sosial, dan kemanusiaan yang mendalam.
“Perlu ada sinergi kuat dari semua pihak, termasuk edukasi luas kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental, dan membangun budaya kepedulian sosial. Jadi tujuannya bukan hanya mencegah aksi berbahaya, tetapi juga memberi ruang dan kesempatan pendampingan bagi masyarakat, yang sedang menghadapi masalah berat atau membutuhkan bantuan,” tandasnya.
Berikan Komentar
