Rovik Sebut Groundbreaking Blok Masela Jadi Momentum Percepatan Pembangunan Maluku
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifuddin.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifuddin menegaskan, rencana groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela pada 16 Juli 2026 menjadi momentum strategis, untuk mempercepat pembangunan di Maluku.
Proyek tersebut dinilai akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, hingga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
Penetapan jadwal langsung oleh Presiden Republik Indonesia, menurutnya, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat, dalam mendukung pengembangan sektor migas di daerah.
Rovik mengaku, kehadiran proyek Blok Masela harus dimanfaatkan sebagai peluang besar, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama, untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan bermanfaat luas.
"Ini bukti nyata negara memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, untuk memulai pembangunan Blok Masela. Kepercayaan besar ini harus kita jaga bersama, sebagai amanah," ujar Rovik kepada kepada di Ambon, Sabtu (11/7/2026).
Ia menekankan, Pemprov Maluku perlu mempersiapkan matang seluruh aspek pendukung, agar pelaksanaan proyek strategis nasional ini berjalan, sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Sudah menjadi tanggung jawab kita, sebagai pemerintah daerah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik menyambut langkah ini. Insya Allah, Blok Masela dan potensi lain di wilayah ini akan menjadi sumber kemajuan luar biasa bagi Maluku ke depan," harapnya.
Selain mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Rovik menyampaikan, bahwa DPRD Provinsi Maluku terus memperjuangkan ruang kewenangan lebih besar bagi daerah, dalam pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi, termasuk melalui skema hak partisipasi daerah.
Pembahasan terkait hak partisipasi tersebut masih berlangsung dan perlu diselaraskan dengan pemerintah kabupaten/kota penghasil, guna memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan.
Meski begitu, ia memastikan proses ini tidak akan menghambat tahapan pembangunan Blok Masela, yang sudah masuk fase krusial.
Rovik juga menyoroti urgensi penerapan kebijakan konten lokal, agar masyarakat Maluku merasakan manfaat langsung dari proyek migas ini.
Pemerintah daerah pun telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek, terkait keterlibatan tenaga kerja lokal, pelaku usaha daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, tantangan yang ada bukan berarti masyarakat belum siap, melainkan membutuhkan penguatan kompetensi melalui pelatihan dan kerja sama dengan perusahaan pelaksana.
"Kami segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mengatur seluruh mekanisme pemanfaatan konten lokal. Ini penting, agar hak kesempatan kerja masyarakat Maluku terjamin, dan manfaat proyek ini benar-benar dirasakan langsung oleh daerah," tegasnya.
Ia berharap, seluruh proses pembangunan Blok Masela berjalan lancar, sehingga investasi besar ini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja luas, serta mempercepat pembangunan di seluruh wilayah Maluku.
Berikan Komentar
