Reses di MBD, Yan Noach Tekankan Perbaikan Jalan dan Akses Laut
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Dalam agenda reses di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach menegaskan pentingnya pembenahan infrastruktur jalan, serta peningkatan konektivitas transportasi laut, sebagai kebutuhan mendesak yang disampaikan langsung oleh masyarakat.
Noach menjelaskan, bahwa ia telah melakukan kunjungan reses di Desa Yayoke, Desa Kroing, dan Desa Manuweri.
Dari hasil pertemuan dengan masyarakat, Yan mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di sektor perikanan, infrastruktur, perhubungan, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sorotan utama masyarakat saat ini ada pada infrastruktur jalan, khususnya ruas Letwurung–Tepa, serta konektivitas laut di wilayah Babar Timur, yang dinilai belum maksimal,” ujar Noach kepada MerinduDPRD, saat dihubungi dari Ambon, Kamis (9/4/2026).
Di sektor perikanan, Noach mengungkapkan, bahwa para nelayan membutuhkan dukungan sarana tangkap, untuk meningkatkan produktivitas. Bantuan yang diharapkan antara lain kapal berukuran 1,5 GT dan mesin ketinting.
“Nelayan berharap, ada bantuan kapal 1,5 GT dan mesin ketinting, agar mereka bisa lebih maksimal dalam melaut dan meningkatkan hasil tangkapan,” jelasnya.
Sementara itu, pada bidang infrastruktur, Noach menekankan pentingnya percepatan pembangunan ruas jalan provinsi Letwurung–Tepa, yang dinilai sangat vital dalam menunjang mobilitas dan distribusi barang maupun jasa di wilayah tersebut.
“Pembangunan ruas jalan Letwurung–Tepa harus dipercepat, karena ini menjadi akses utama masyarakat dalam mendukung aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Noach menyampaikan harapan masyarakat, agar pemerintah segera membangun dapur sehat, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut bagi para siswa.
“Masyarakat menginginkan, agar dapur sehat segera dibangun, sehingga program MBG bisa berjalan optimal,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya skema pelaksanaan MBG yang melibatkan masyarakat lokal, khususnya dalam penyediaan bahan pangan.
“Dapur MBG harus menyerap hasil produksi masyarakat, baik hasil pertanian maupun perikanan, sehingga program ini tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga,” ungkap Noach.
Di bidang perhubungan, ia mengungkapkan adanya keluhan masyarakat, terkait trayek kapal perintis yang tidak lagi singgah di Kecamatan Babar Timur.
Hal ini dinilai berdampak pada konektivitas, dan aksesibilitas masyarakat di wilayah tersebut.
“Masyarakat meminta, agar trayek kapal perintis dikaji ulang, karena saat ini tidak singgah di Babar Timur, sehingga sangat menyulitkan mobilitas orang dan barang,” ujarnya.
Noach memastikan, seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi perhatian serius, dan akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Provinsi Maluku.
“Semua aspirasi ini akan saya dorong, agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai kewenangan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.
Berikan Komentar
