Noach Desak Anggaran Pelatihan untuk Guru SLB
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach menyatakan, hasil pengawasan Komisi IV memperlihatkan kekurangan guru bersertifikat pendidikan luar biasa di SLB Maluku, dan mendesak alokasi anggaran untuk pelatihan, serta sertifikasi agar anak berkebutuhan khusus mendapat pendampingan layak.
Pernyataan tersebut disampaikan, usai Komisi IV DPRD Provinsi Maluku melakukan pengawasan terhadap sejumlah SLB di beberapa daerah di Maluku.
Dari hasil pengawasan tersebut, Komisi IV menemukan masih minimnya tenaga pengajar yang memiliki kompetensi khusus, untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus, termasuk penyandang autisme.
Noach mengaku, hasil pengawasan Komisi IV menunjukkan banyak SLB di sejumlah daerah di Maluku yang tenaga pengajarnya merupakan guru umum yang ditempatkan di sana, tanpa memiliki keahlian khusus di bidang pendidikan luar biasa.
“Mayoritas guru di SLB adalah, guru umum yang ditempatkan di sana, dan diharuskan menangani para siswa berkebutuhan khusus,” ujar Noach kepada wartawan di Ambon, Senin (25/5/2026).
Menurut Noach, situasi serupa ditemukan di beberapa wilayah, termasuk Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Ia menyebut, siswa berkebutuhan khusus, terutama anak dengan gangguan spektrum autisme, membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dari tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus.
“Satu anak penyandang autisme itu paling tidak membutuhkan dua guru pendamping. Sementara yang terjadi saat ini, guru umum harus menangani mereka tanpa keahlian khusus,” tegas Noach.
Oleh karena itu, Noach meminta Pemprov Maluku segera mengalokasikan anggaran, untuk program pelatihan dan sertifikasi bagi guru SLB.
Menurut dia, peningkatan kapasitas tenaga pendidik merupakan langkah penting, untuk menjamin hak belajar anak penyandang disabilitas, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan khusus di Maluku.
Ia juga mengingatkan, mengenai ketersediaan tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan luar biasa, yang masih minim di provinsi ini.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena kita sedang berbicara tentang pendidikan bagi penyandang disabilitas, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus,” kata Noach.
Selain pelatihan dan sertifikasi, Noach menyarankan Pemprov Maluku mempertimbangkan rekrutmen guru berbasis kompetensi yang sesuai, serta menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan khusus, guna memperkuat ketersediaan sumber daya manusia yang tepat di lingkungan SLB.
Berikan Komentar
