Komisi IV Soroti Potensi PAD dari Anjungan Maluku di TMII

Rudy Sopa Berita 09 April 2026 1 kali Komisi IV Soroti Potensi PAD dari Anjungan Maluku di TMII Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, saat melakukan pengawasan, di kawasan TMII, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

MERINDUDPRD.COM, JAKARTA - Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menilai, pengelolaan Anjungan Maluku di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) masih memiliki peluang besar, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui skema pembagian pendapatan tiket masuk.
 
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tuankotta/Tethool menegaskan, tentang pentingnya optimalisasi aset daerah yang berada di Jakarta, termasuk Anjungan Maluku di kawasan TMII. 

"Salah satu opsi yang didorong adalah, membuka peluang pembagian hasil dari penjualan tiket masuk sebagai sumber tambahan PAD," kata dia, saat melakukan pengawasan, di kawasan TMII, Jakarta, Kamis (9/3/2026).
 
Menurutnya, langkah tersebut perlu disikapi dengan memperhatikan batas kewenangan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Namun demikian, peluang kerja sama tetap terbuka selama memiliki dasar hukum yang kuat.
 
“Jika memungkinkan, pembagian pendapatan dari karcis masuk bisa menjadi kontribusi bagi PAD. Ini tentu perlu diperkuat melalui regulasi daerah,” ujarnya. 
 
Menurutnya, Komisi IV juga berencana menindaklanjuti hal tersebut melalui rapat internal, sekaligus mengagendakan pertemuan dengan Kementerian Sekretariat Negara dan pihak pengelola TMII, guna membahas skema kerja sama lebih lanjut.
 
Di sisi lain, Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Maluku tetap menunjukkan kinerja positif meski dihadapkan pada keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Kepala Banhub, Saipul Patta mengungkapkan, bahwa realisasi PAD dari pengelolaan Anjungan Maluku sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target.
 
“Pendapatan mencapai lebih dari Rp670 juta, yang bersumber dari penyewaan ruang kantor dan gedung Baileo,” jelasnya.
 
Meski demikian, ia mengaku, masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran yang berdampak pada minimnya partisipasi Anjungan Maluku, dalam berbagai kegiatan berskala nasional di TMII.
 
Kondisi tersebut membuat peluang promosi dan peningkatan pendapatan belum dimanfaatkan secara maksimal, meskipun potensi yang dimiliki cukup besar.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin